Bupati Minta Masyarakat “Nguwongke” ODGJ

Bupati Minta Masyarakat “Nguwongke” ODGJ
January 31, 2020 No Comments Uncategorized admin

Banjarnegara – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono memberi perhatian husus pada  Orang Dengan Gangguan Jiiwa (ODGJ).

Wujud perhatian tersebut disampaikan bupati ketika menengok salah seorang penderita bernama Tarno, (40) di Puskesmas Mandiraja 2, Kamis (30/1/2020).

Tarno adalah warga Desa Blimbing Kecamatan Mandiraja. Penderita gangguan jiwa itu sebelumnya dikabarkan kerap mengamuk sehingga membahayakan warga.

Terhadap ini bupati memberikan wejangan di hadapan masyarakat dan paramedis yang hadir membesuk di Puskesmas Mandiraja 2 itu.

Menurutnya, masyarakat harus maklum, bahwa penderita gangguan jiwa bergerak bukan atas kesadarannya, apapun yang dia kerjakakan itu diluar batas kesadarannya.

“Mas Tarno ini adalah saudara kita juga, sama haknya dengan masyarakat umum. Justru dengan kondisi seperti ini, adalah kesempatan kita untuk memaruh simpati, untuk membantunya, ladang pahala menanti,”

Bupati bahkan meminta setelah sembuh untuk tinggal di Pendopo bersama salah seorang ODGJ yang kini telah pulih.

“Insyaallah, jika tidak keneratan kami ajak Mas Tarno nanti untuk tinggal di Pendopo. Nanti ada teman, bisa bareng-bareng merawat kebun, burung dan ikan dan kegiatan lain yang positif,” ajak bupati.

Namun begitu, bupati mengingatkan, jika mendapati penderita serupa di lingkungannya nya segeralah lapor. Baik ke yang berwajib maupun ke petugas medis.

“Jangan ditangani sendiri karena bisa membahayakan. Namun jangan main hakim semdiri, mereka juga manusia, harus diuwongke. Jadi segeralah lapor, karena itu harus ditangani tenaga ahli yang trampil,” imbuh Bupati.

Kepala Dinkes Kabupaten Banjarnegara, dr Ahmad Setiawan menjelaskan kronologis ODGJ yg ditangani oleh Tim Puskesmas Mandiraja 1 dan 2. Dijelaskan, penderita berstatus lajang. dan masih tinggal bersama kedua orang tuanya.

Penderita tiba di Puskeamas Mandiraja 2 pada pukul 11.25. Demi keamanan dan kenyamanan, yang bersangkutan dalam kondisi diborgol agar tidak menganggu posisi tidurnya.

ODGJ tersebut, dalam kondisi pasca terapi di RS Siaga Medika Banyumas. Pihak Dinkes dan Puskesmas kemudian berkoordinasi dengan Pihak Desa Blimbing dan Purwasaba, Unsur Forkompimca, dan dan Dokter yang menangani, untuk membawa ODGJ tersebut ke RS . SIAGA MEDIKA, dan Wisma Dinsos Wonogiri untuk penanganan lebih serius.

“Siang tadi kami berkordinasi dan sesuai arahan Bapak Bupati, yang bersangkutan dibawa dengan Ambulance RS. Siaga Medika ke Banyumas, untuk penanganan lanjutan di Wonogiri,” kata Dr Ahmad.

Ditambahkannya, Puskesmas-Puskesmas di Banjarnegara saat ini sudah dilengkapi alat skrining untuk mendeteksi apabila ada pasien yang terindikasi  mengarah pada gangguan jiwa.

“Kita di Puskesmas sudah dilengkapi alat screening juga pertanyaan dan formulir-formulir untuk mendeteksi jika ditemukan pasien terindikasi ODGJ, jadi masyarakat jangan ragu melaporkan bahkan memeriksakan anggota keluarganya untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (dewasb)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *